Tata Cara Sholat 5 Waktu: Syarat, Niat, dan Bacaannya!

Agama islam adalah agama yang mengajarkan kebaikan dan kelembutan bagi setiap pemeluk agamanya karena dalam penerapan nilai agama islam yang benar haruslah dimulai dengan menyebarkan kebaikan dan kelembutan agar tidak ada rasa keterpaksaan dalam menjalani setiap aturan dalam agama islam tersebut.

Setiap muslim yang baik juga tentunya haruslah menjalani perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Setiap perintah dalam ajaran islam tentunya bertujuan untuk penyelamat bagi setiap umatnya karena semua perintah dalam islam itu pastinya mempunyai tujuan yang baik dan setiap larangan dalam islam sudah pasti mempunyai akhir yang buruk bagi setiap umat islam.

Untuk itu sangat penting dalam menjalani setiap perintah agama islam salah satu perintah dan yang paling utama dalam agama islam adalah menjalankan ibadah sholat lima waktu. Sholat lima waktu merupakan rukun islam kedua setelah syahadat, sebagai seorang muslim yang taat sangat penting menjalankan ibadah sholat agar terhindar dari segala bentuk kemaksiatan yang ada di dunia.

Dalam menjalankan sholat yang baik tersebut juga tidak dapat serta merta dilakukan tanpa ilmu yang cukup karena semua tata cara sholat beserta bacaannya sudah terangkum dengan baik dalam agama islam. Sangat penting untuk mengetahui tata cara sholat yang baik sebagai seorang muslim agar sholat kita diterima oleh Allah SWT.

Maka pada pembahasan kali ini kami juga telah merangkum berbagai informasi terkait untuk sobat sekalian dalam menjalani ibadah sholat lima waktu, tata caranya yang benar, bacaan sholatnya, rukun dll yang dapat disimak dengan baik sebagai tambahan wawasan keagamaan kalian.

Selanjutnya pembahasan terkait tata cara sholat yang benar dapat kalian simak di bawah ini!

Pengertian Sholat

Sebelum membahas terkait bagaimana tata cara sholat yang benar ada baiknya sobat Grameds menyimak terlebih dahulu pengertian dari shalat itu sendiri.

Berikut adalah pengertian dari sholat:

Shalat adalah salah satu jenis ibadah yang dilakukan oleh umat Islam dalam agama Islam. Kegiatan sholat meliputi ucapan dan perbuatan yang diawali dengan gerakan takbir dan diakhiri dengan gerakan salam.

Kedudukan shalat dalam Islam merupakan rukun Islam yang kedua. Shalat merupakan ibadah khusus dalam Islam karena Nabi Muhammad SAW diperintahkan untuk melakukannya langsung dari Tuhan. Salat digunakan sebagai tanda utama iman seorang Muslim. Mendirikan shalat adalah tanda pertama Islam, sedangkan meninggalkan shalat adalah tanda kekafiran yang pertama.

Menurut hukum Islam, praktik shalat harus sesuai dengan semua petunjuk dan tata cara yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad, perwujudan dari perintah Allah.

Bukti kewajiban shalat dapat ditemukan dalam Al-Quran, Hadits dan konsensus ilmiah. Syarat shalat ada sembilan, yaitu Islam, pemahaman, mumayyiz, bersuci, menutup aurat, bersih dari najis, mengetahui waktu shalat, menghadap kiblat dan tujuan.

Selain itu, shalat memiliki empat belas rukun, hingga empat belas gerakan dan ucapan yang berbeda, dan delapan hal yang membatalkan shalat. Shalat pada umumnya terbagi menjadi dua jenis, yaitu shalat wajib dan shalat sunnah.

Sholat fardhu dibagi menjadi lima waktu tertentu yang dilakukan setiap hari dan wajib. Sedangkan shalat sunnah dianjurkan pada waktu-waktu tertentu, terutama pada hari-hari besar umat Islam.

Kata shalat merupakan kata serapan dalam bahasa Arab, yaitu ṣalla. Kata ini berasal dari yuṣalli – ṣalātan. Secara bahasa, kata shalat berasal dari bahasa Arab yang artinya “doa”. Ayat 103 Surat At-Taubah menjadi dasar pengertian ini. Dalam ayat ini kata salat diartikan sebagai “doa”. Makna shalat sebagai “doa” juga berasal dari perbuatan dan ucapan yang dilakukan selama kegiatan shalat , yang merupakan rangkaian doa.

Sementara itu, para ulama menafsirkannya dari segi shalat sebagai rangkaian ucapan dan gerakan tertentu yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Gerakan takbir didahului oleh niat dan harus memenuhi syarat-syarat tertentu sebelum dapat dilakukan. Abu Hanifah menambahkan makna shalat ini dengan memberikan ciri-ciri umum gerakannya yaitu berdiri, rukuk dan sujud.

Shalat termasuk dalam ibadah yang hanya untuk beribadah kepada Allah. Dalam pelaksanaan shalat terjalin hubungan antara manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan dan antara makhluk ciptaan Tuhan yaitu manusia. Hubungan ini disebutkan dalam Al-Qur’an dalam Surat Az-Zariyat ayat 56, Surat Yasin ayat 22 dan Surat Al-‘An’am ayat 162.

Surat Az-Zariyat ayat 56 menyebutkan bahwa manusia dan jin diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah. Surat Yasin ayat 22 merupakan renungan bahwa manusia kembali kepada Tuhannya, sehingga tidak ada alasan untuk tidak beribadah kepada-Nya. Sementara itu, Surat Al-‘An’am ayat 162 menyatakan bahwa shalat seorang muslim hanya ditujukan kepada Allah yang merupakan Tuhan semesta alam.

Syarat Sah Shalat

tata cara sholat

Sholat lima waktu tidak boleh ditinggalkan karena ibadah ini merupakan rukun agama.

Nabi Muhammad SAW disebutkan dalam sebuah hadits yang artinya:

Oleh Ibnu Abbas RA. bahwa Nabi SAW mengutus Muadz RA ke Yaman, dia berkata kepadanya:

“Panggil mereka (orang-orang Yaman) untuk bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan aku memang utusan Allah, jika mereka taat katakan kepada mereka bahwa Allah telah membuat kewajiban mereka, 5 shalat sehari dalam satu malam” (HR. Al-Bukhari).

Sebelum sobat memahami tata cara sholat, terlebih dahulu kalian harus memenuhi syarat sebagai berikut:

  • Harus beragama Islam
  • Sudah baligh dan berakal
  • Membersihkan kotoran kecil dan besar
  • Tahu bagaimana berdoa
  • Mengetahui Waktu sholat (ditandai dengan azan)
  • Harus selalu menghadap kiblat
  • Kewajiban untuk mentaati peraturan tentang penutup aurat

Jika salah satu syarat di atas tidak terpenuhi, maka shalatnya tidak sah dan tidak mendapat pahala meskipun tata cara shalatnya benar.

Tata Cara Sholat yang Benar

Setelah mengetahui tentang pengertian dari sholat itu sendiri selanjutnya kami telah merangkum berbagai tata cara sholat yang baik dan benar berikut ini:

Shalat wajib lima waktu adalah ibadah, yaitu seorang Muslim yang mukallaf “diberi beban hukum Islam”. Oleh karena itu, sangat penting bagi umat Islam untuk mengetahui tata cara shalat yang benar sesuai dengan petunjuk Nabi SAW.

Karena sholat memiliki syarat dan rukun yang harus dipenuhi, sebaliknya sholat itu kosong. Agar shalat sah, seorang muslim harus mengikuti tata cara shalat Nabi yang merupakan petunjuk tata cara shalat yang benar.

Tata cara shalat fardhu dan sunnah menurut hukum Islam adalah sebagai berikut:

  • Mengambil Wudhu
  • Menghadap Kiblat
  • Takbiratul Ihram
  • Membaca Doa Iftitah
  • Membaca Surat Al-Fatihah
  • Membaca Sebagian Ayat Al-Qur’an
  • Ruku’ Dengan Tuma’ninah Atau Tenang
  • I’tidal Dengan Tuma’ninah
  • Sujud Dengan Tuma’ninah
  • Duduk Diantara Dua Sujud
  • Sujud Yang Kedua Dengan Tuma’ninah
  • Duduk Tasyahud Awal
  • Duduk Tasyahud Akhir
  • Salam

Penjelasan terkait tata cara sholat yang benar lebih lanjutnya dapat disimak di bawah ini:

1. Wudhu (Bersuci)

Sebelum melakukan shalat, seseorang harus membersihkan atau membasuh diri terlebih dahulu, karena ini adalah salah satu syarat shalat.

Sebaliknya, wudhu sebenarnya telah berubah menjadi fase shalat, sehingga setelah wudhu tidak boleh ada kalimat atau percakapan di luar sholat. Agar wudhunya tidak rusak.

2. Menghadap Kearah Kiblat

Setelah bersuci atau wudhu, tindakan selanjutnya adalah berdiri menghadap kiblat. Karena hal ini tergambar dan juga diperintahkan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah Hadits:

إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلَاةِ فَأَسْبِغُ الْوُضُوءَ ثُمَّ اسْتَقْبِلْ الْقِبْلَةَ ..

Itu berarti:

“Bila engkau hendak mengerjakan sholat, maka wudhulah secara sempurna terlebih dahulu, kemudian menghadaplah ke arah kiblat ” (HR Bukhari & Muslim)”

3. Takbiratul Ihram

Kemudian dilanjutkan membaca takbiratul ihram, yaitu sunnah mengangkat tangan setinggi bahu atau menekan kasar ibu jari ke telinga bagian bawah.

Saat takbir kemudian harus mengucapkan kalimat الله اكبر dan membaca niat dalam hati dari shalat yang ingin dilakukan.

Sebaiknya niat yang dibacakan dari dalam hati tidak berhenti pada bacaannya saja tetapi dimasukan ke dalam kegiatan shalat hingga selesai.

4. Membaca Doa Iftitah

Setelah takbiratul ihrom maka selanjutnya adalah membaca doa iftitah, hal in termasuk sunnah yang perlu juga dibaca, karena jika tidak maka sholatnya tidak sah.

Bacaan dalam doa iftitah adalah sebagai berikut:

اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا

اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ

لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Latinnya:

Allahu Akbar Kabira Wal hamdu lillaahi Katsiiraa, Wasubhaanallaahi Bukratan Wa Asyiilaa. Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fathoros Samaawaati Wal Ardho Haniifan Musliman Wa maa Anaa Minal Musyrikiin. Inna Shalaatii Wa Nusuki Wamahyaaya Wamamaatii Lillaahi Rabbil ‘Aalamiina. Laa Syariika lahu wa Bidzaalika Umirtu wa Ana Minal kepada seorang muslim.

Itu berarti:

“Allah maha besar dengan cara yang agung, segala puji hanya bagi Allah dan banyak pujian. Maha Suci Allah pagi dan petang, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan Semesta Alam, yang tidak memiliki sekutu bagi-Nya. ”Dengan demikian itulah aku diperintahkan. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim (Orang-orang yang berserah diri).” (HR. Muslim, No. 185)

Baca Surat Al-Fatihah

Nah setelah selesai membaca bacaan iftitah selanjutnya adalah membaca Surat Al-Fatihah, hal ini dalam rukun rukun harus dibaca.

Bacaan Al-Fatihah yang benar seperti di bawah ini:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ

الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ

Bacaan latinnya:

  • BismillaaHir rohmaanir rohim
  • Alhamdulillah Halo Robbil aalamin
  • Arrohmaanir rohim
  • Maaliki yaumid din
  • Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’in
  • Ihdinash shiroothol mustaqim
  • Shiroothol ladziina an’amta ‘alaiHim, ghoiril maghdhuubi ‘alaihim waladh dhollin.

Arti:

  • Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
  • Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
  • Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
  • Yang menguasai hari pembalasan.
  • Engkau adalah satu-satunya yang kami sembah dan hanya kepada engkaulah satu-satunya yang kami mintai bantuan.
  • Tunjukkan kami jalan yang lurus
  • (itulah) jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat; bukan (jalan) orang yang dimurkai, bukan pula (jalan) orang yang sesat.

6. Membaca beberapa ayat Al-Qur’an

Ketika surat Al-Fatihah telah dibaca, maka bacalah beberapa surat atau ayat Al-Quran.

Misalnya, membaca Surah Al-Ikhlas atau An-Nas atau Al-Falaq juga diperbolehkan membaca satu ayat Al-Qur’an saja.

Baca Juga :  Sujud Syukur Adalah: Hikmah Hingga Doanya

7. Ruku’ dengan Tuma’ninah

Kemudian tata cara selanjutnya adalah Ruku setelah membaca beberapa ayat Alquran. Saat Anda membungkuk, pastikan tubuh Anda diam dan tidak banyak bergerak.

Bacaan Ruku adalah sebagai berikut:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

Subhana rabiyal ‘adhimi wa bihamdihi.

Itu berarti:

Maha Suci Rabbku yang maha Agung dan maha terpuji.

8. I’tidal Dengan Tuma’ninah

Setelah rukuk selesai, lanjut ke I’tidal, yaitu posisi berdiri badan ruku vertikal, dan kedua tangan berada di samping pinggul.

Juga posisi I’tidal tidak boleh banyak bergerak, karena harus tuma’ninah atau tidak bergerak.

Adapun bacaan I’tidal dalam shalat adalah sebagai berikut:

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَىْءٍ بَعْدُ 

Robbanaa lakal hamdu mil-assamawaati wa mil-al ardhi, wa mil-a maa syi’ta min syai-in ba’du

Itu berarti:

“Ya Allah, Tuhan kami, bagi-Mu segala puji, kepenuhan langit dan kepenuhan bumi, sepenuh apa yang Engkau kehendaki setelah itu.”

9. Sujud dengan Tuma’ninah

Setelah I’tidal selesai, selanjutnya Sujud, dimana posisi semua anggota Sujud di tempat Sujud ditetapkan. Seperti dahi, telapak tangan, lutut dan kaki. Jangan biarkan apapun menghalangi haluan, seperti turban atau kain di alis atau telapak tangan.

Kain harus dilepas dengan sangat cepat sehingga tidak menutupi bagian anggota sujud.

Bacaan sujud berbunyi sebagai berikut:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Subhana Robbiyal A’laa Wabihamdih

Itu berarti:

Kemuliaan bagi Tuhanku Yang Maha Tinggi dan kemuliaan bagi-Nya.

10. Duduk di antara dua sujud

Rangkaian shalat berikutnya setelah sujud pertama adalah duduk diam dan tidak banyak bergerak di antara kedua sujud.

Bacaan sambil duduk di antara dua sujud adalah sebagai berikut:

رب اغفرلي وارحمني واجبرني وارفعني وارزقني واههدني وعافني واعف عني

Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu ‘annii.

Arti:

“Ya Allah, ampunilah dosaku, kasihanilah aku, cukupkan segala kekuranganku dan angkatlah derajatku, beri aku rizki, beri aku hidayah, beri aku kesehatan dan ampunilah aku.” (HR. Baihaqi)

11. Bersujud lagi dengan Tuma’ninah

Juga, jika seseorang berhenti duduk di antara dua sujud dan kemudian melanjutkan sujud kedua, bacaan sujudnya sama dengan sujud pertama.

12. Duduk Tasyahud Awal

Pada rakaat kedua, untuk shalat lebih dari dua rakaat, periode berikutnya harus duduk diam di antara dua sujud.

Bacaan tasyahud duduk awal adalah sebagai berikut:

اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِوَبَرَكَاتُهُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهدُ اَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاَشْهَدُ أَنَّمُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

At-tahiyyaatul mubaarakatush shalawaatuth thayyibaatulillaahi. Assalaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shaalihiina. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaahi.

Arti:

“Segala kemuliaan, berkat, rahmat dan keamanan serta kebaikan hanya milik Tuhan. Semoga keselamatan, rahmat dan berkah Allah terus menghujani Anda, ya Nabi [Muhammad]. Semoga keselamatan, rahmat dan keberkahan Allah menghujani kita dan juga kepada seluruh hamba Allah yang bertakwa. Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”

“Ya Allah, berilah rahmat dan perlindungan kepada Nabi Muhammad. Dan juga memberikan rahmat dan perlindungan kepada keluarga Muhammad “

13. Duduk Tasyahud Akhir

Sedangkan pada rakaat terakhir setelah duduk diantara dua sujud maka dilanjutkan dengan duduk tasyahud akhir dengan tenang, tidak banyak gerak.

Bacaan tasyahud akhir sebenarnya sama dengan bacaan tasyahud awal hanya saja bacaan sholawat nabi yang dibaca ditambah dengan tasyahud ibrohim.

Adapun bacaan shalawat dalam tasyahud akhir seperti dibawah ini:

اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَااِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ كَمَا بَرَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Allohumma solli ‘alaa muhammad, wa’alaa aali muhammad, kamaa sollaita ‘alaa aali ibroohim, wa baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa baarokta ‘alaa aali ibroohim, fil ‘aalamiina innaka hamidumajid.

Artinya:

“Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan untuk Nabi Muhammad. Dan juga limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat dan keselamatan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim.Limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Di seluruh alam semesta, sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Maha Agung.”

14. Mengucapkan Salam

Tata cara shalat yang terakhir adalah salam, karena salam pertama dalam shalat adalah wajib. Sedangkan salam yang kedua adalah sunnah.

Adapun bacaan salam dalam shalat adalah sebagai berikut;

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

Assalamu’alaikum Warahmatullah

Itu berarti:

“Semoga keselamatan, rahmat dan berkah Allah melimpah atasmu.”

Sekian pembahasan singkat mengenai bagaimana tata cara sholat yang benar. Pembahasan kali ini fokus untuk membahas tata cara sholat yang benar yang dapat diketahui sebagai bagian dari pengetahuan dalam menjalankan agama islam.

Mengetahui tata cara sholat yang benar memberikan kita pengetahuan tambahan mengenai berbagai pengetahuan agama terutama kewajiban melaksanakan ibadah sholat yang benar agar sobat kamu dan semua umat muslim senantiasa dapat menjalani ibadah dengan baik dan diterima sholatnya oleh Allah SWT.