Pengertian Dan Rumus Parabola

Apa yang dimaksud dengan parabola? Parabola adalah suatu benda yang dilemparkan ke ruang angkasa di mana satu-satunya gaya yang bekerja adalah gravitasi. Gaya utama yang bekerja pada parabola adalah gravitasi. Ini tidak berarti bahwa kekuatan lain tidak bekerja padanya, hanya saja efeknya minimal dibandingkan dengan gravitasi. Jalur yang diikuti oleh parabola dikenal sebagai lintasan. Bola bisbol yang dipukul atau dilempar adalah contoh parabola.

Apa Itu Gerak Parabola

Ketika sebuah partikel dilemparkan miring di dekat permukaan bumi, ia bergerak sepanjang jalur melengkung di bawah percepatan konstan yang diarahkan ke pusat bumi (partikel itu tetap dekat dengan permukaan bumi). Lintasan partikel semacam itu disebut parabola dan geraknya disebut gerak parabola.

Dalam gerak parabola, ada dua gerakan :

  • Arah sumbu x : kecepatan se-ragam, bertanggung jawab untuk gerakan horizontal (maju) partikel.
  • Arah sumbu y : percepatan se-ragam, bertanggung jawab atas gerakan vertikal (ke bawah) partikel.

Percepatan dalam gerak parabola horizontal dan gerak parabola vertikal suatu partikel : Ketika sebuah partikel diproyeksikan di udara dengan kecepatan tertentu, satu-satunya gaya yang bekerja selama masih udara adalah percepatan gravitasi (g). Percepatan ini bekerja secara vertikal ke bawah. Tidak ada percepatan dalam arah horizontal, yang berarti bahwa kecepatan partikel dalam arah horizontal tetap konstan.

Rumus Gerak Parabola

Mari kita perhatikan sebuah bola yang diproyeksikan pada sudut terhadap sumbu x horizontal dengan kecepatan awal vₒ seperti yang ditunjukkan di bawah ini :

Grafik gerak parabola
Grafik gerak parabola

Titik O disebut juga titik proyeksi adalah sudut proyeksi dan OB = arah horizontal. Total waktu yang dibutuhkan partikel dari mencapai O ke B disebut waktu.

Untuk menemukan ukuran yang berbeda terkait dengan gerakan parabola, kita dapat menggunakan persamaan rumus :

Rumus Gerak Linear
Rumus Gerak Linear

Keterangan :
v = kecepatan akhir (m/s)
vₒ = kecepatan awal (m/s)
g = percepatan gravitasi(m/s²)
t = waktu (s)
s = perpindahan (m)

  • Total waktu : perpindahan (s) = 0 dalam arah vertikal. Oleh karena itu, dengan menggunakan persamaan rumus :
    sy = vₒt – (1/2)gt²
    (1/2)gt² = vₒt – sy
    gt² = 2(vₒt – sy[Disini, vₒy = vₒ sin θ dan sy = 0]
    gt² = 2(vₒ sin θ t – 0)
    gt² = 2 vₒ sin θ t
    Oleh karena itu total waktu yang diperoleh :
    t² = (2 vₒ sin θ t) / g
    t = 2 vₒ sin θ / g
  • Tinggi maksimum untuk arah horizontal (x) sama dengan kecepatan dikalikan dengan waktu.
    hmax = vₒx t [Disini, vₒx = vₒ cos θ dan t = 2 vₒ sin θ / g] hmax = vₒ cos θ . 2 vₒ sin θ / g
    hmax = (2 sin θ cos θ) vₒ² / g
    hmax = vₒ² sin 2θ / g
  • Tinggi maksimum untuk arah vertikal (y) :
    hmax = vₒ² sin² θ / 2g
Baca Juga :  Apa Itu Gerak Lurus Beraturan (GLB)?