Amalan Pagi Hari

Tidur pagi, memang terasa menyenangkan, terutama bagi Grameds yang memang tidak dapat mengelakkannya. Usai Subuh, kepala langsung terasa berat dan hati pun seakan mendesak supaya badan segera direbahakan dan memejamkan mata dengan secepat mungkin.

Padahal, di waktu pagi, banyak amalan yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup. Selain 5 doa dari uraian sebelumnya, berikut amalan lain yang bisa kamu lakukan di pagi hari.

1. Berdzikir

Dzikir pagi merupakan amalan baik yang penting untuk dilakukan. Selain dapat membuat lebih bersemangat di pagi hari, berdzikir juga akan dipermudah segala urusan oleh Allah SWT.

Dzikir pagi dapat dibaca ketika memasuki waktu Subuh hingga matahari terbit. Meski begitu, dzikir ini juga boleh dibaca hingga matahari akan bergeser ke barat. Perihal bacaan wirid, ada berbagai macam  pilihan. Perihal dzikir pagi ini, Allah ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا * وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلا

“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” [QS. Al-Ahzaab : 41-42].

Dari Anas Ibnu Mali, Rasulullah bersabda;

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” لَأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُونَ اللَّهَ تَعَالَى مِنْ صَلَاةِ الْغَدَاةِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتِقَ أَرْبَعَةً مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيل، وَلَأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُونَ اللَّهَ مِنْ صَلَاةِ الْعَصْرِ إِلَى أَنْ تَغْرُبَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إِلَيَّ مَنْ أَنْ أَعْتِقَ أَرْبَعَةً ”

“Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah ta’ala mulai shalat Subuh hingga terbit matahari lebih aku senangi daripada memerdekakan empat orang budak dari anak Ismaa’iil. Dan aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah mulai shalat ‘Ashar hingga tenggelam matahari lebih aku senangi daripada memerdekakan empat orang budak.” [HR: Abu Daawud, Al-Baihaqiy]

2. Tilawah Al-Qur’an

Tilawah Al-Qur’an, terlebih jika diniati untuk dibaca dengan penuh penghayatan dan kesiapan hati untuk mengikuti dan mengamalkan kandungannya, hal tersebit akan sangat membantu fokus otak dan hati untuk lebih siap menyelesaikan Shubuh dengan penuh kebaikan.

Terlebih, pada waktu Shubuh udara masih bersih, suasana belum ramai, serta fisik masih segar. Tentu hal tersebut akan memperrmudah hati, akal, dan emosi lebih cepat merasakan kesan, getaran, kekuatan dari ayat demi ayat yang dibaca.

Bahkan, para penghafal Qur’an, memanfaatkan waktu ini sebagai momentum untuk melakukan muroja’ah (mengulang-ulang hafalannya).

3. Memulai Beraktivitas

Rasulullah, tak menjumpai pagi dan langsung bergegas untuk beraktivitas. Seperti yang Allah firmankan;

وَإِذْ غَدَوْتَ مِنْ أَهْلِكَ تُبَوِّئُ الْمُؤْمِنِينَ مَقَاعِدَ لِلْقِتَالِ وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Dan (ingatlah), ketika kamu berangkat pada pagi hari dari (rumah) keluargamu akan menempatkan para mukmin pada beberapa tempat untuk berperang.” (QS. Ali Imron [3]: 121).

Jadi, tak salah jika bangsa Arab mengenal kata, “Waktu adalah pedang.” Lalu, dalam bahasa Indonesia juga dikenal, “Siapa cepat dia dapat.” Dengan kata lain, siapa yang segera bergegas untuk melakukan kegiatan akan berpeluang sukses. Sinkron dengan apa yang diketahui orang, “Man jadda wajada” (Siapa bersungguh-sungguh dia dapat).

Dengan begitu, selesai sholat Subuh dan tilawah, jangan tidur kembali. Akan tetapi, bangkitlah dan bergerak untuk melakukan kegiatan lainnya. Seperti menyapu, mengepel, mencuci piring, dan apapun yang pada intinya tubuh akan bergerak sehingga lepas dari gelayutan mata yang memaksa diri untuk terus tidur.

4. Segerakan Mandi

Kebaikan, dalam Islam hukumnya wajib untuk disegerakan, sama halnya dengan mandi di pagi hari. Menyegerakan untuk mandi pagi jelas bukanlah hal yang merugikan.

Selain dapat memberikan kesegaran yang lebih dini, waktu untuk melakukan persiapan sebelum menjalani kegiatan sehari-hari dapat dilakukan lebih awal untuk mencegah adanya barang tertinggal maupun ada urusan yang terlupakan, termasuk terhindar dari berangkat dengan terburu-buru. Dengan begitu, semua urusan akan berjalan sesuai rencana.

Kemudian, dalam tinjauan medis, mandi pagi bisa memberikan berbagai keuntungan. Seperti lancarnya peredaran darah, mengurangi resiko darah tinggi, meningkatnya produksi sel darah putih, dan meningkatkan kesuburan.

5. Beramal

Diriwayatkan sahabat Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ ، وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلاَّ غَلَبَهُ ، فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا ، وَاسْتَعِينُوا بِالْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَىْءٍ مِنَ الدُّلْجَةِ

“Sesungguhnya agama itu mudah. Tidak ada seorangpun yang membebani dirinya di luar kemampuannya kecuali dia akan dikalahkan. Hendaklah kalian melakukan amal dengan sempurna (tanpa berlebihan dan menganggap remeh). Jika tidak mampu berbuat yang sempurna (ideal) maka lakukanlah yang mendekatinya. Perhatikanlah ada pahala di balik amal yang selalu berterusan . Lakukanlah ibadah (secara berterusan) di waktu pagi dan waktu setelah matahari tergelincir serta beberapa waktu di akhir malam.” [HR. Bukhari no. 39]

6. Shalat Dhuha

Shalat Dhuha adalah sunnah mu’akkadah, sudah terbukti dilakukan oleh Rasulullah SAW, sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim,  dari hadis Aisyah RA, ia berkata;

( كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الضُّحَى أَرْبَعًا ، وَيَزِيدُ مَا شَاءَ اللَّهُ )

“Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam shalat Dhuha sebanyak empat (rakaat), kadang beliau menambah sesuai keinginannya.”

Dari Abu Dzar, Rasulullah SAW bersabda,

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

“Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at.”[HR Muslim]

Baca Juga :  Memahami Doa Sujud Sahwi

Adalah Ibnul Qayyim Dalam Kitab Zaadul Ma’ad, (4/378) pernah mengatakan menhenai empat hal yang dapat menghambat datanganya rezeki;

“Empat hal yang menghambat datangnya rizki:  tidur di waktu pagi,sedikit shalat,  malas-malasan dan berkhianat.”

Demikian pembahasan kita tentang doa pagi pembawa rezeki. Semoga semua doa yang sudah dijelaskan di atas bermanfaat.